ANALISIS
PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN
DAN KESEHATAN
KERJA DALAM
UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA
DI PT. BWP MERUAP KABUPATEN SAROLANGUN
PROVINSI JAMBI
TAHUN 2014
ABSTRAK
Program K3 adalah bagian dari sistem manajemen yang penerapannya
berguna untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit
yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan fisik, secara sederhana
langkah-langkah dasar pencegahan kecelakaan kerja meliputi adanya dukungan dari
manajemen, mencari data dan fakta, menganalisa sebab kecelakaan, membuat
rekomendasi perbaikan dan mengimplementasikan rekomendasi perbaikan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menganalisa pelaksanaan
program Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam pencegahan
kecelakaan kerja di PT. BWP Meruap Kab. Sarolangun Prov.
Jambi. Informan yang akan diwawancarai sebanyak
8 orang, yang terdiri dari 1 kepala pimpinan perusahaan, 1 pengawas K3
dan 6 karyawan bagian pengelola minyak mentah. Penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara
dan FGD dengan para informan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa program K3 dalam
upaya pencegahan K3 dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja telah berjalan
dengan baik seperti adanya organisasi K3 sebagai dukungan manajemen, kegiatan
inspeksi, analisa K3, Instruksi serta Penerapan dan perbaikan, akan tetapi
masalah yang sering timbul yaitu kurangnya perilaku yang baik pada pekerja
dalam menjaga keselamaannya, seperti bekerja tidak sesuai prosedur ketetapan,
bekerja dalam kondisi yang tidak aman dan lalai dalam melakukan pencegahan
kecelakaan.
Melihat hasil dari penelitian diatas yang pelu
dilakukan oleh manajemen PT. BWP Meruap yaitu lebih meningkatkan pengawasan
kepada tenaga kerja untuk berperilaku yang lebih baik. Selain itu memberikan pelatihan-pelatihan
sesering mungkin untuk meningkatkan budaya K3 dalam melakukan seluruh
aktifitasnya.
Daftar Bacaan : 21
(1997-2013)
Kata Kunci : Pelaksanaan
Program K3, Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja
PENDAHULUAN
Di era globalisasi saat ini dengan pesatnya kemajuan di bidang
telekomunikasi dan transportasi maupun industri dunia seakan tanpa batas dan jarak. Dengan demikian pembangunan
sumber daya manusia menjadi sangat penting, terlebih lagi dengan
diberlakukannya perdagangan bebas yang berarti semua produk-produk yang
dihasilkan oleh industri kita harus memenuhi standar kualitas yang disepakati oleh
dunia internasional.1
Kemajuan tekhnologi telah banyak menyumbangkan berbagai hal positif dalam
pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial didunia industri. Perkembangan
teknologi telah mengangkat standar hidup manusia, disisi lain kemajuan ekonomi
juga mengakibatkan berbagai dampak yang merugikan yaitu berupa terjadinya
peningkatan pencemaran lingkungan, kecelakaan kerja dan timbulnya berbagai
macam penyakit akibat kerja. Kompleksnya teknologi modern, perubahan kerja,
organisasi kerja, dan sistem produksi juga menempatkan suatu tuntutan yang
tinggi pada daya kerja. 2
Menyadari pentingnya penerapan K3 dalam
meningkatkan produktivitas, semestinya semua lingkungan tempat kerja menerapkan
system K3 dengan standar safety, Health
and loss control. Program ini mengharuskan setiap tempat kerja untuk
menempatkan K3 sebagai program yang tak terpisahkan dari rencana produksi
tahunan, peningkatan kualitas SDM, ketersediaan alat-alat keselamatan kerja dan
pelayanan kesehatan pekerja. 3
Menurut data dari PT. Jamsosotek Jambi tahun 2013 dari 47.740
tenaga kerja terjadi kecelakaan kerja sebanyak 845 atau (1,7%) (Jamsostek,
2013). Para karyawan harus menyadari betapa pentingnya penerapan K3 bagi diri dan keluarganya serta perusahaan. Kesadaran ini
hendaknya di wujudkan dalam sikap dan perilaku positif (Positive safety
attitude) keseharian dilingkungan tempat kerja atau perusahaan. 4
Program K3 adalah bagian dari sistem manajemen yang penerapannya
berguna untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit
yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan fisik.5
Pencegahan kecelakaan kerja pada umumnya
adalah upaya untuk mencari penyebab dari suatu kecelakaan dan bukan mencari
siapa yang salah. Dengan mengetahui dan mengenal penyebab kecelakaan maka dapat
disusun suatu rencana pencegahannya, yang mana ini merupakan program K3, yang
pada hakikatnya adalah merupakan rumusan dari suatu strategi bagaimana
menghilangkan atau mengendalikan potensi bahaya yang sudah diketahui, secara
sederhana langkah-langkah dasar pencegahan kecelakaan kerja meliputi adanya
dukungan dari manajemen, mencari data dan fakta, menganalisa sebab kecelakaan,
membuat rekomendasi perbaikan dan mengimplementasikan rekomdasi perbaikan.
6
PT BWP Meruap merupakan perusahaan yang
bergerak dalam bidang perminyakan. Dimana jumlah kecelakaan yang tejadi dalam
kurun waktu 4 tahun sebanyak 51 kejadian kecelakaan kerja. Penyebab kecelakaan
kerja yang terjadi bervariasi, mulai kecelakaan kerja yang terjadi dilingkungan
perkantoran hingga bagian lapangan di pengolahan minyak mentah danbagian
kendaraan operasional, seperti kecelakaan lalu lintas. Dari beberapa kecelakaan
kerja yang terjadi, sebagian besar kecelakaan terjadi karena adanya kelalaian
dari karyawan sehingga menimbulkan kecelakaan kerja. 7
Prinsip dasar ilmu K3 adalah semua kecelakaan kerja dapat dicegah
karena semua kecelakaan pasti ada sebabnya. Apabila penyebab kecelakaan dapat dihilangkan maka kemungkinan
kecelakaan dapat dihindari. Prinsip ini mendasari berkembangnya ilmu dalam
bidang K3 yaitu melalui program K3, karena pada prinsipnya program K3 merupakan
upaya untuk mencegah kecelakaan8.
Pencegahan kecelakaan kerja pada umumnya
adalah upaya untuk mencari penyebab dari suatu kecelakaan dan bukan mencari
siapa yang salah, dengan mengetahui dan mengenal penyebab kecelakaan maka dapat
disusun suatu rencana pencegahannya, yang mana hal ini merupakan program K3,
yang pada hakikatnya merupakan rumusan dari suatu strategi bagaimana
menghilangkan atau mengendalikan potensi bahaya yang sudah diketahui9.
Dalam meningkatkan keselamatan dan
kesehatan kerja di PT. BWP Meruap, di tahun
2013 sampai 2015 ada 3 program kerja HSE yang dilakukan perusahaan dalam
upaya meminimalisir kecelakaan kerja yang terjadi, yaitu program kerja aspek penanganan kebakaran, program kerja aspek keselamatan dan
kesehatan kerja, program kerja
aspek perlindungan dan pengelolaan lingkungan10.
METODE
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menganalisa pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam pencegahan kecelakaan kerja di PT. BWP Meruap
Kab. Sarolangun Provinsi Jambi Tahun 2014 Informan yang akan di
wawancarai sebanyak 8 orang,
yang terdiri dari 1 kepala pimpinan perusahaan, 1 pengawas K3 (HSE) dan 6
karyawan bagian pengelola minyak mentah di PT. BWP Meruap. Penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan FGD. penelitian ini bersifat participatory observatif. Penelitian ini
dilaksanakan tanggal 15 sampai 28
September Tahun 2014.
HASIL PENELITIAN
1. Hasil Wawancara Mendalam
Hasil wawancara mendalam pada penelitian ini terdiri dari beberapa
komponen, yaitu organisasi (dukungan Manajemen), Fakta dan Data (Inspeksi),
Analisa (Instruksi), Penerapan perbaikan (Supervisi). Adapun hasil wawancara
mendalam digambarkan sebagai berikut.
A. Organisasi (Dukungan manajemen)
Berdasarkan hasil wawancara dan telaah dokumen diketahui bahwa di
PT. BWP Meruap Kabupaten Sarolangun bahwa telah ada organisasi atau dukungan manajemen mengenai
K3 dan pelaksanaannya telah berjalan
dengan baik, hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan pimpinan PT. BWP Meruap,
sebaga berikut :
“Dari mulai berdirinyo BWP ini, organisasi atau dukungan manajemen
untuk karyawan lah ado, karena tujuan utamonyo yaitu melindungi tenago kerjo”.
Kemudian dalam pelaksanaannya, dukungan manajemen yang telah
disusun dalam struktur organisasi telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan
prosedur, hal tersebut sesuai dengan yang dikatakan oleh pimpinan PT. BWP
Meruap, sebagai berikut :
“Dalam pelaksanaan
mengenai organisasi sudah sesuai rencano
dan berjalan dengan baik”..
hal ini sesuai dengan yang di katakan pengawas K3 (HSE), sebagai
berikut :
“Berdasarkan dari fakta-fata yang ada untuk organisasi K3 di
Perusahaan ini sudah berjalan dengan baik sesuai rencana, dari mulai struktural
kecil sampai atas dari mulai perkantoran di lingungan BWP hingga bagian
lapangan, selain itu di BWP juga telah dibentuk suatu tim pengawas K3 untuk
memantau kegiatan yang tejadi di lapangan, hal tersebut bertujuan untuk
meminimalisir kecelakaan kerja, kegiatan tersebut seperti melihat kondisi
lingkungan yang aman atau kondisi lingkungan yang tidak aman. Dan Kalau berbicara
sistem auditnya, berarti berbicara sistem manajemen, sistem manajemen yang ada
diperusahaan ini alhamdulilah telah berjalan dengan baik”..
B. Fakta dan Data (Inspeksi)
Dalam pelaksanaan program K3, program yang sangat diperhatikan
adalah kegiatan inspeksi seperti melakukan pengawan langsung pada karyawan ke
bagian produksi, mengontrol dan mencatat hasil temuan dilapangan mengenai
kinerja karyawan yang tidak aman dan lingkungan
kerja yang menimbulkan risiko serta melihat perilaku pekerja karyawan
seperti penggunaan Alat Pelindung Diri.
Berdasarkan hasil wawancara kepada pimpinan PT. BWP bahwa kegiatan
inspeksi telah ada,berikut hasil wawancara mendalam mengenai inspeksi.
“Untuk kegiatan inspeksi sudah ado terlampir di setiap program atau
kegiatan K3 dan untuk lebih jelasnya biso ditanyo ke HSE nyo, tapi kalau dari
sayo masalah program-program kegiatan HSE seperti inspeksi la sudah
lengkaplah”.
Hal tersebut sejalan dengan yang di ungkapan oleh HSE di PT BWP
Meruap sebagai berikut :
“Kegiatan inspeksi sudah ada. Karena salah satu program utama
mencegah dan melindungi karyawan dari bahaya ditempat kerja yaitu kegiatan
inspeksi…Dengan inspeksi kita bisa menilai, mengukur, dan melihat proses apa,
kejadian apa yang sifatnya tidak aman untuk pekerjaan karyawan, khususnya
bagian produksi, makanya program K3 ini ditujukan untuk pekerja bukan karyawan.
Selain itu juga setiap ada pekerjaa,,job fermitnya kekita terlebih dahulu mengajukannya,
setelah kita setujui, baru pekerjaan bisa dilanjutkan, untuk job fermit itu
sendiri ada 2 kategori,,,ada job fermit safety ada job fermit lingkungan atau
enfirormental”...
3. Analisa (Intruksi)
Dari hasil wawancara diketahui bahwa setiap program yang telah
diatur selalu disampaikan kepada semua pihak yang berkaitan, seperti aturan K3
yang setiap hari disampaikan kepada karyawan. Berikut penuturan yang di sampaikan
oleh pimpinan.
“Setiap kecelakaan kerjo yang telah terjadi Pasti kita analisa, kita pelajari mengapa bisa terjadi kecelakaan
selain itu Yang sering kito sampaikan atau kito wanti-wantikan mengenai K3
biasonyo kita dak langsung samo karyawan, soalnyo saya pribadi jarang jugo
turun ke lapangan, kareno bukan Cuma masalah K3 yang sayo urusin, jadi cukup
sayo kumpulkan atau saya panggil bagian K3 HSE,, pak BETA atau pak HARIS”.
Untuk mendukung wawancara yang
disampaikan pimpinan. Berikut pengawas K3 (HSE) mengungkapkan.
“Ketika terjadi kecelakaan kerja tentu kita pelajari, kita dalami,
kenapa bisaterjadi, dan kita sebagai pengawas lingkungan kerja tidak
bosan-bosannya selalu mengingatkan kepada semua karyawan untuk selalu bekerja
dalam keadaan aman”.
4. Penerapan dan
Perbaikan
Berdasaran hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti,
bahwa PT BWP Meruap. Selalu mengevaluasi kegiatan K3 setiap akhir tahun, hal
tersebut dilakukan untuk menilai, melihat sejauh mana keberhasilan program K3
yang ada di PT. BWP Meruap Kabupaten Sarolangun dan dapat dijadikan bahan
perbaikan untuk kedepannya. Sesuai dengan hasil wawancara dari Pimpinan dan
pengawas K3 sebagai berikut :
“Yang perlu kito
lakukan terlebih dahulu tentunya evaluasi, dengan evaluasi tersebut jadinyo
kita biso mengambil langkah-langkah untuk kedepannyo, hal apo bae yang telah
kito capai dan apo yang belum kito capai, jadi biso untuk refferensi kito
juga”.
Hal ini senada apa yang diungkapkan oleh pengawas K3 :
“Sudah saya singgung sebelumnya, di BWP ini kan sedang ada
perubahan manajemen, jadi kebanyakan program-program lama yang kita anggap
kurang relefan kita tidak pakai lagi, jadi kita harapkan program K3 semakin
baik, sehingga kecelakaan kerjapun dapat kita minimalkan”.
5. Pelaksanaan
Program K3
Berdasarkan hasil wawancara pada pimpinan perusahaan dan pengawas
K3, mengenai pelaksanaan program K3 dalam upaya pencegahan K3.
“Sejauh ini pelaksanaan program K tigo la berjalan eloklah, banyak
program-program dari K3 yang la disusun samo HSE-HSE nyo tu, kalu dari sayonyo
dex, laporan-laporannyo tu yang terpenting, program apo yang terlaksano,
program apo yang dak terlasano,,,untuk lebih jelasnyo biso tanyo samo HSE nyo
nanti..”
Untuk mendukung apa yang disampaikan pimpinan perusahaan, pengawas
K3 menambahkan..
“Program K3 di BWP ini telah berjalan dengan baik dan hasilnya
sejauh ini telah berhasil, keberhasilan tersebut dapat berupa pencapaian (on
target) kita mengenai pencegahan kecelakaan kerja, seperti bebas kecelakaan
kerja dalam beberapa jam, selain itu penghargaan-penghargaan lain seperti lost
eksident listnya, selain itu dari safety unuk lingkungannya, kita sudah ada
penilaiannya, kita dapat peringkat hijau,,selain itu juga sekarang sudah di galakan
program baru, seperti mengadakan trening - trening kepada karyawan atau
pengawas ke bagian produksinya, contohnya pemberian fire system, jadi jika ada
kebakaran tidak perlu HSE nya langsung turun tangan, tetapi mereka sudah kita
bekali, jadi intinya semua departemen sudah terlibat didalamya”. tetapi karena
saat ini sedang ada perubahan-perubahan dan pergantian manajemen, kita agak kesulitan
dalam melakukan pekerjaan.
PEMBAHASAN
1. Dukungan Manajemen
Berdasarkan hasil
wawancara dengan beberapa informan seperti pimpinan dan Pengawas K3 PT. BWP
Meruap, dari hasil wawancara diperoleh bahwa PT BWP meruap telah memberikan
dukungan manajemen secara benar dan sesuai dengan aturan yang ada di perusahaan
tersebut, salah satu dukungan manajemen yang dimaksud yaitu adanya susunan
organisasi K3.
Dukungan
Manajemen K3 sangat berperan dalam pencegahan kecelakaan di proyek konstruksi.
Peran tersebut mulai, pengorganisasian, dari perancanaan pelaksanaan, pengawas
an. Selanjutnya dapat pula ditinjau dari komponen manusia, material, uang,
mesin/alat, metode kerja.
Berdasarkan hasil
penelitian dan beberapa pendapat diatas, peneliti dapat menilai bahwa
keberadaan atau adanya dukungan manajemen yang berupa organisasi sangatlah
penting dalam menjaga dan melindungi karyawan dari lingkungan kerja yang tidak
aman. Selain itu adanya organisasi K3 dapat menumbuhkan profesionalisme pekerja
dalam melakukan pekerjaan.
2. Fakta dan Data Inspeksi
Berdasarkan hasil wawancara pada pimpinan
perusahaan dan pengawas K3 di BWP Meruap Kabupaten Sarolangun, bahwa Sejak
berdirinya PT. BWP Meruap, inspeksi telah dilaksanakan, Dan hasil dari
observasi dan telaah dokumentasi diperoleh bahwa inspeksi di PT. BWP Meruap
telah berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku di PT BWP Meruap.
Menurut Soehatman Ramli (2013), Inspeksi
sebagai salah satu alat kontrol atau pengawasan manajemen yang bersifat klasik
terhadap kegiatan perusahaan yang telah banyak diterapkan dalam upaya menemukan
fakta dan data dilapangan atau masalah yang dihadapi dilapangan, termasuk untuk
memperkirakan besarnya risiko. Inspeksi adalah salah satu upaya yang bersifat
proaktif dan bertujuan untuk memastikan apakah fasilitas kerja dilapangan telah
dikelola secara baik dilihat dari aspek K3.
3. Analisa (Instruksi)
Berdasarkan hasil wawancara kepada pimpinan
dan pengawas K3, peneliti menilai bahwa dalam melindungi tenaga kerja pimpinan
selalu memberikan arahan dan kepada pengawas K3 untuk lebih meningkatkan
pengawasannya kepada karyawan, terutama dalam menjaga keselamatan dan kesehatan
kerja, begitupun HSE, program-program baru untuk memantau tenaga kerja dan
melihat perilaku kerja dari karyawan selalu diutamakan. Selain itu, setiap
terjadi kecelakaan kerja (Jobs Incident) hal utama yang sering dilakukan
perusahaan yaitu mengevaluasi, menganalisa dan menyelidiki kejadian tersebut,
seperti mendalami penyebab-penyebab kejadian. Tujuan utama dari penyelidikan
kecelakaan kerja tersebut yaitu mencari faktor utama penyebab kejadian untuk
mencegah terulangnya kejadian serupa.
Instruksi
maupun komunikasi merupakan bagian penting dan vital untuk program K3,
seseorang tidak bisa melaksanakan pekerjaan secara benar jika tidak diberitahu
tentang bahaya-bahaya yang ada. Prosedur yang harus diikuti, atau cara
bertindak secara aman. Instruksi dan
komunikasi yang buruk atau kegagalan dalam berkomunikasi bisa menimbulkan
bahaya, makin baik perhatian dari pihak atasan atau pengawas K3 maka makin baik
pula proses pelaksanaan program K3 secara efektif (Soehatman Ramli, 2013).
4. Penerapan Perbaikan
Berdasarkan hasil wawancara kepada
informan, bahwa setiap hasil kerja yang telah dicapainya, perusahaan selalu
mengevaluasi hasil kerja tersebut, bahkan melihat sistem kerja tersebut, apakah
telah berjalan sesuai dengan protapnya. Dalam hal perbaikan, setiap hasil
evaluasi yang dilakukan setiap akhir tahun, program-program kerja akan
dijadikan acuan untuk menjalankan program kerja yang lebih baik di masa yang akan
datang.
Hasil penelitian sejalan dengan pendapat
Ismet Somad (2013), yang menyebutkan bahwa implementasi hasil kegiatan harus
senantiasa dievaluasi untuk melihat sejauh mana pencapaian keberhasilan program
kerja tersebut yang telah ditetapkan sebelumnya.Tanpa adanya evaluasi, program
yang berjalan tidak dapat dilihat efektfitasnya.
5. Pelaksanaan Program K3
Berdasarkan hasil
penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan program K3 dalam upaya pencegahan
kecelakaan kerja sudah berjalan baik, akan tetapi masih perlu adanya
perbaikan-perbaikan dalam me numbuhkan budaya K3 untuk karyawan karena banyak
kecelakaan kerja yang terjadi di PT. BWP Meruap disebabkan oleh kelalaian dari
karyawan dan bekerja tidak sesuai prosedur K3.
Menurut Tarwaka (2012),
Pencegahan kecelakaan kerja pada umumnya adalah upaya untuk mencari
penyebab dari suatu kecelakaan dan bukan
mencari siapa yang salah
Menurut peneliti bahwa program K3 di perusahaan ini telah berjalan dengan baik,
dapat dilihat dari adanya struktur organisasi sebagai dukungan manajemen kepada
karyawan mengenai K3, adanya penelusuran fakta dan data seperti melakukan
inspeksi, training-training, investigasi, bahkan adanya supervise ke lapangan,
selain itu adanya instruksi yang diberikan pimpinan perusahaan mengenai peningkatan-peningkatan
program K3, dan instruksi yang diberikan pengawas K3 kepada seluruh departemen
K3 diseluruh unit kerja, dan tahap akhir yaitu perusahaan selalu membuat
laporan tahunan untuk mengevaluasi hasil kerja, yang diharapkan dapat menjadi perbaikan yang akan
datang.
KESIMPULAN
Secara umum dari
hasil penelitian yang telah dilakukan
dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan program K3 dalam upaya
pencegahan kecelakaan kerja di PT. BWP Meruap Kabupaten Sarolangun telah
berjalan dengan baik, adapun masing-masing komponen dapat dirincikan sebagai
berikut Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan partisipasi program JSO&C
di PCJLTahun 2014 dengan p-Value= 0.000
1. Dukungan Manajemen (Organisasi)
Dukungan dari perusahaan kepada bawahan (Karyawan) sudah cukup
baik, hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya struktur organisasi atau
kepengurusan mengenai K3 untuk memantau, memperhatikan karyawan dalam bekerja
dan melindungi karyawan dari bahaya yang ada dilingkungan kerja, serta memantau
perilaku kerja karyawan yang menimbulkan bahaya seperti penggunaan APD.
2. Menemukan Fakta dan Data (Inspeksi)
Pelaksanaan
program K3 dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja di PT. BWP meruap telah
dirancang dengan sedemikian rupa, salah satunya dengan menyusun lembar kerja
inspeksi. Kegiatan inspeksi di PT. BWP meruap sudah berjalan baik.
3. Analisa (Instruksi)
Dalam
meningkatkan program K3, analisa pelaksanaan program K3 telah berjalan cukup
baik. Hal tersebut dapat dilihat dari pemberian instruksi yang diberikan
pimpinan kepada pengawas K3, dan pengawas K3 mengintruksikan seputar K3 kepada
karyawan lain, khusunya bagian produksi.
4. Penerapan dan perbaikan
Penerapan dan
perbaikan di rangkum dalam sebuah evaluasi kerja, akan tetapi pada dasarnya
pelaksanaan program K3 telah berjalan dengan baik.
5. Pelaksanaan Program K3
Pelaksanaan program K3 dalam upaya pencegahan
kecelakaan kerja di PT. BWP sudah berjalan cukup baik, akan tetapi masalah yang
seringkali terjadi yaitu adanya kelalaian dari tenaga kerja serta tidak
mengikuti prosedur kerja yang aman.
SARAN
1. Bagi PT BWP Meruap
a. Perlu ditambahkan yaitu bagaimana cara meningkatkan sikap pekerja dalam
menumbuhkan budaya K3, karena sebagian incident di PT. BWP meruap
disebabkan oleh kelalaian dari tenaga kerja
b. Meningkatkan program-program kerja sesuai dengan visi dan misi perusahaan
c. Meningkatkan program-program kerja K3 yang langsung ditujukan kepada
karyawan bagaian produksi
d. Meningkatkan kembali program-program K3, terutama dalam menumbuhkan
budaya K3 di lingkungan kerja
e. Memantau Program K3 yang sesuai prosedur kerja
f. Memberikan perlindungan secara ekstra kepada karyawan
g. Membuat sanksi yang tegas bagi karyawan yang melanggar K3
2. Bagi Institusi Pendidikan
Dapat digunakan
menjadi bahan bacaan pustaka yang di harapkan dapat bermanfaat untuk mahasiswa.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Dapat digunakan
sebagai bahan perbandingan dan dapat dikembangkan dengan variabel yang berbeda.
4. Bagi Peneliti
Dapat menambah ilmu pengetahuan bagi peneliti, sehingga
nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
2.
Alamsyah, D. 2013. Pilar Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat Nuha
Medika : Yogyakarta.
3.
Cecep (2014). Keselamatan dan Kesehaan Kerja. Nuha Medika.
Yogyakarta
4.
Kondarus. (2012), Keselamatan kesehatan Kerja Membangun SDM Pekerja
Sehat, Produktif dan Kompetitif. Bangka Media Mulia : Jakarta
5.
Moleong. Lexy. J. (1997). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja
Rosdakarya. Bandung
6.
Notoamodjo, S. (2007). Ilmu Perilaku dan Kesehatan Masyarakat.
Rineka Cipta. Jakarta
7.
Ramli. S. (2013). Smart Safety. Panduan Penerapan SMK3 yang
Efektif. Dian Rakyat. Jakarta
8.
Somad. I. (2013). Tehkni Efektif dalam Membudidayakan Keselamatan
dan Kesehaan Kerja. Dian Rakyat. Jakarta
9.
Sugiyono, (2012). Metode Penelitian Kuantitatif daan Kualitatif dan
R&D. Alfabeta : Bandung
10.
Suma’mur, (2009). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja
(Hiperkes). Sagung Seto : Jakarta
11.
Tarwaka. (2008), Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Harapan Press :
Surakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar